Chy3e’s Blog

June 17, 2009

CeRpen ” Cinta Taq Sampai “

Filed under: Uncategorized — chy3e @ 10:02 am

CINTA TAK SAMPAI

Mentari pagi semburaikan cahayanya yang cerah. Hari ini hari selasa 14 Februari yang artinya hari vallentine. Candy terbangun dari tidur malamnya.
“U ……. Hu …..! “(Candy kegirangan karena hari kasih sayang itu).
Candy kelas 3 SMA Citarum, setelah sarapan Candi berangkat sekolah dengan senyum manisnya. Ditengah perjalanan HP Candy berdering.
“Hallo” kata Candy
“Happy Vallentine sayang …… “ seru Doni (pacar Candy).
“Ah …. Doni! Happy Vallentine too”

“Sayang! Lagi dimana? Dah nyampe di sekolah?”
“Lagi di jalan nich” jawab Candy.
“Don, udah dulu ya! Nanti ngomongnya di sekolah aja!”
“Iya dech, da ….. sayang”(sahut Doni)
“Da …….”
Di sekolah …
Pukul 09.00 istirahat sekolah, Candy dan teman-temnnya ke kantin.
“Wah …… hari vallentine nich, hayo … Candy diberi apa sama Doni …… (goda Reni)
“Ah kamu ini Ren, bisa saja! Aku kan jadi malu.” Menyenggol Reni).
Sepulang sekolah di depan gebang …
“Candy … ! “(teriak Doni).
“Hei … ada apa?”
(mendekati Candy) Can … nanti sore aku mau ke rumah kamu boleh?”
“Boleh … “ jawab Candy.
Soree harinya Candy sedang nonton TV. Tok … tok … pintu Candy berbunyi. Doni di depan rumah Candy sambil membawa coklat untuk Candy.
(membuka pintu) “Doni … !”
“hai sayang … “ seru doni.
“masuk yuk!” ajak Candy.
Keduanya duduk diruang tamu.
“sayang! Aku punya sesuatu untuk kamu”.
“apa?” tanya Candy penasaran.
“wah … coklat, makasih ya …tapi sayang ! aku nggak bisa kasih kamu apa-apa ….”
“nggak pa pa kok” kata Doni.

Beberapa bulan kemudian
Waktupun berlalu, setelah lulus sekolah Candy bekerja di sebuah perusahaan, dia ditempatkan dibagian sekretaris. Sedangkan doni bekerja sebagai koki di hotel. Kalau reni bekerja di sebuh toko roti. Kehidupan reni dan candy sangat jauh berbeda. Candy punya segalanya, sedangkan reni hidupnya hanya pas-pasan. Candy sempat berfikir, untuk apa hidup kaya sedangkan dirinya sendiri tidak bisa menikmati lebih lama karena penyakit kanker otak yang dideritanya. Kata dokter hidup candy tidak lama lagi. Reni dan doni belum ahu tentang penyakit candy.
Candy sering sekali kesakitan karena penyakitnya itu. Hampir setiap 1 bulan sekali “UKS” menjadi tempat langganannya saat di sekolah dulu.

2 bulan kemudian …
Doni mendapat tawaran bekerja sebagai kepala koki di sebuah restaurant tepatnya di Jepang. Dia harus meninggalkan Candy untuk waktu yang lama.
Di bandara …
“sayang … jangan tangisi, kita masih bisa bertemu kembali, udah ya!” kata doni sambil menghapus air mata candy.
“tapi …. Nanti aku gimana … aku nggak bisa hidup tanpa kamu don …”
“aku ke jepang, untuk berkerja. Aku janji, nanti sepulang dari jepang aku akan melamar kamu, tunggu aku ya sayang!”
“pasti, aku akan menunggumu sampai kamu pulang” (memeluk doni)
“iya … sudahlah can, kan masih ada aku disini” kata reni.
Sejak ditinggal doni, pekerjaan candy sehari-hari hanya melamun terus.
“hei … ngalamun terus ada apa?”tanya reni.
“aku kangen ama doni, reni kangen …. Banget”.
“sabar ya! Nanti doni pasti kembali kok, hanya untukmu”.
“makasih ren, kamu memang sahabatku yang paling baik.” (keduanya berpelukan).
“oh ya, kamu tunggu disini ya! Aku mau buat minuman dulu”.
Candy pergi kedapur membuat minuman.
“hai ……. Ma!”
“oh, kamu ini can, bikin mama kaget saja”. Kata Tina mama candy.
“sorry ma … oh ya masih ada sirup nggak? Aku mau bikin minuman untuk reni”.
“masih ….. tu di kulkas!”
Candy membuka kulkas tiba-tiba (glabrukkk!!!)
“can, can kamu kenapa nak? Ren! Ren !” (memanggil-manggil reni)
“ada apa tante” (kaget)
“ha ….. candy, candy kenapa tante?”
“nggak tahu, tiba-tiba saja dia jatuh pingsan”.
“ayo kita bawa ke rumah sakit saja tante!”
“ayo, ayo nak!”

Di rumah sakit …
Setibanya di depan rumah sakit “DENIAS” terlihat seorang dokter dan 3 perawatnya berlari-lari kecil menjemput candy. Candy dibawa ke ruang itu.
“dokter! Tolong candi dok”
“iya bu … kami akan berusaha semaksimal mungkin”.
Mama candy dan reni menunggu di ruangtunggu. Mama candy menangis tersedu sedu-sedu, sedangkan reni hanya bisa mondar-mandir di depan mama candy.
“tante … sabar ya? Candy pasti sembuh kok.”
“makasih ren.”
“tante, reni boleh tahu, sebenarnya candy sakit apa sich tente?”.
“sejak kecil candy sudah menderita penyakit kanker otak”.
“hah! Kanker otak tante! Terus doni sudah tahu masalah penyakit reni?”
“belum, hanya tante, candy dan kamu sendiri, kata dokter hidup candy sudah nggak lama lagi.”
“ya ampun.”
Dengan sangat terpaksa Reni menelpon Doni, dan meminta untuk segera pulang menemui Candy di rumah sakit.
Setelah beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan ICU.
“gimana dok?” tanya mama candy.
“bu … kami sudah berusaha semaksimal mungkin, sekarang kondisi candy makin parah, ibu berdoa saja ya!”
Didalam ruang rawat, reni dan mama candy menunggu candy terbangun lemah. Beberapa saat kemudian Doni datang.
“tante … !”
Terdengar suara dari ruangan
“doni.” Kata reni
“tante candy kenapa?”
Mama candy tidak bisa menjawab, dia hanya bisa menangis.
“doni kita bisa keluar sebentar? Aku mau ngomong sama kamu.”
“candy kenapa reni?” tanya doni
“don, sebenarnya aku nggak boleh cerita sama orang lain tapi karena kamu pacar candy, kamu perlu tahu” (menunduk)
“kok berhenti, ayo teruskan!” suruh doni
“sebenarnya dari dulu candy sudah menderita penyakit kanker otak”.
“apa!”.
“husst … ! jangan keras-keras! Nanti tante dengar.”
Tiba-tiba …
“ren, doni!” mama candy memanggil mereka berdua.
“ada apa tante” tanya doni.
“candy siuman” kata mama candy/
“mama, reni, doni aku dimana?”
“doni … kamu pulang kapan?” tanya candy.
Doni tak menjawab, dia haya bisa melihat kekasihnya itu dengan mata berkaca-kaca.
“kenapa menangis semua? Aku nggak pa pa kok, uhuk … uhuk …” (batuk)
“candy kamu nggak pa-pa kan? Ren panggil dokter cepat!” suruh doni.
“nggak usah ren! Ga’ usah” kata candy.
“mama … aku sayang banget ama mama, maafkan aku ya ma. Candy nggak bisa buat mama bahagia.”(memegang tangan mamanya).
“sudahlah candy kamu jangan bicara dulu!”
“ha … k, ha … k. ma … aku … aku! ngga’ bisa nafas”.
“candy, candy!” seru reni.
“don, maafin aku, karena aku ga’ bisa nikah sama kamu, aku mohon sama kamu.” (menyatukan tangan doni dan reni).
“don, menikahlah dengan reni! Semoga dengan menikah dengan reni kamu bisa mendapatkan candy yang lucu, pintar dan yang pasti sehat. Berilah nama anak kalian candy!”.
“tapi can!” kata reni.
“udah nggakk pa-pa, maafin aku mungkin selama aku masih hidup, aku sering membuat kalian kecewa. Ma … doni, reni selamat tingg … ngal selam …nya.”
“Candy … “ teriak doni
“candy! Candy …” mama candy menangis tanpa henti.
“doni!” tante mohon ama kamu dan juga reni. Penuhilah permintaan terakhir candy! Mungkin dengan kalian menikah. Candy bisa tenang disisi-Nya.”
“iya tante.” Jawab mereka berdua.

5 tahun kemudia …
“selamat pagi candy …”
“ma . ma ., pa . pa “ jawab candy.
“Nak, ayo bangun jenguk tante candy yuk!” suruh doni.
“ayuuk!”
Di pemakaman …
“selamat pagi candy … “(serentak reni doni)
“ma. Pa. candy itu siapa? Kok namanya sama seperti namaku?”
“{tante candy itu seorang yang baik banget. Dia sahabat mama dan papa, dia juga yang meminta kepada mama dan papa supaya anak kami diberi nama candy, yaitu kamu sayang.” Jawab reni (mengelus-ngelus rambut candy)
“oh .. begitu ya ma . pa.”
“iya sayang” jawab doni
“assalamu’alaikum.” Kata seorang di belakang mereka bertiga.
“walaikumsalam.” Jawab mereka serentak.
“tante tina!” kata reni
(kaget) “tante!” kata doni.
“tante, bagaimana kabarnya? Sudah lama kita nggak ketemu.”
“iya ren, selam ini tante hanya dirumah saja.”
Tante tina menjenguk anaknya (candy), itu sudah menjadi kesibukantante tina setiap jum’at pagi.
“candy, gimana kabarmu, Nok?” (nangis)
“sudahlah tante, candy sudah tenang disana.”
Mereka berempat berdo’a bersama.
“ya, Allah ampunilah dosa anakkku, ya Allah berikanlah pintu surga baginya. Amien.”
Kata tante tina.
“em … doni, reni, bolehmemanggil candy anak kalian cucu?”
(doni dan reni saling menatap)
Boleh! Nggak apa-apa kok, justru kami malah senang.” Jawab doni.
“boleh! Makasih.”
“sini cu …! Nenek ingin peluk kamu” candi si kecil mendekat
“cucuku …”
“nenek …” jawab candy.
Akhirnya sebuah pengorbanan dapat menjalin sebuah keluarga yang bahagia. Mereka berempat meninggalkan pemakaman. Terlihat candy tersenyum di atas awan.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: