Chy3e’s Blog

April 18, 2009

Pengertian,Manfaat,Kegunaan Mikrosoft Elektron

Filed under: Uncategorized — chy3e @ 6:17 am

Mikroskop elektron pertama didesain oleh Knoll dan Ruska di Jerman pada tahun 1932. Pada mikroskop ini, pancaran elektron digunakan untuk mengungkap objek yang lebih kecil dari 2000 amstrong, dimana objek sekecil ini tidak mungkin dilihat oleh mikroskop cahaya. Elektron yang dilepas dari filamen metal yang dipanaskan ditempatkan pada ruang hampa dikumpulkan dan difokuskan pada objek melalui lensa kondenser elektromagnetik. Setelah elektron dilewatkan pada objek, mereka dikumpulkan lagi oleh kumparan elektromagnet yang berfungsi sebagai lensa objektif. Lensa ini menghasilkan citra yang diperbesar dari objek yang diterima oleh lensa elektromagnetik ketiga yang kemudian, berlaku sebagai lensa okuler atau lensa proyeksi. Citra akhir kemudian dapat divisualisasi pada layar fluoresdent atau dapat direkam pada pelat fotografis. Dua tipe mikroskop elektron digunakan pada studi silogis : Mikroskop elektron transmisi dan mikroskop elektron. Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Macam –macam mikroskop elektron: 1) Mikroskop transmisi elektron (TEM) 2) Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM) 3) Mikroskop pemindai elektron 4) Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM) 5) Mikroskop refleksi elektron (REM) (Mikroskop wikipeda tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optikal. Dia merupakan alat

Manfaat

Ada suatu manfaat lebih dari mikroskpi elektron diagnostik (diagnostic electron microscopy) dibanding dengan uji ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) dan amplifikasi asam nukleat dengan teknik PCR (polymerase chain reaction). Setelah preparasi pewarnaan negatif cepat dan sederhana, gambaran terbuka (open view) dari mikroskopi elektron memungkinkan untuk identifikasi morfologik cepat dan diagnosis diferensial dari agen yang berbeda yang terkandung dalam suatu spesimen penyakit infeksi. Diagnosis mikroskopi elektron sesuai untuk identifikasi cepat dari agen infeksi. Suatu spesimen dapat siap untuk diuji dan seorang microbiologist atau virologist yang berpengalaman dapat mengidentifikasi dengan mikroskopi elektron suatu virus patogen secara morfologik dalam 10 menit setelah tiba di laboratorium mikroskopi elektron. Mikroskop cahaya (compound light microscope) yang banyak digunakan saat ini tidak dapat digunakan untuk mengobservasi obyek yang berukuran lebih kecil dari 0,2 µm. Obyek yang lebih kecil dari 0,2 µm seperti virus atau struktur internal dari suatu sel harus diobservasi dengan mikroskop elektron. Ada dua jenis mikroskop elektron, yaitu transmission electron microscope (TEM) dan scanning electron microscope (SEM). Pada TEM, obyek secara umum akan dimagnifikasi antara 10.000-100.000 kali. Final image yang disebut dengan transmission electron micrograph terlihat sebagai area gelap dan terang tergantung pada jumlah elektron yang diabsorbsi oleh area yang berbeda dari spesimen. Kontras image dapat ditingkatkan dengan menggunakan “pewarnaan” (stain) yang akan mengabsorbsi elektron dan memproduksi image yang lebih gelap pada area yang diwarnai. Bentuk garam dari berbagai logam berat seperti timbal/lead, osmium, tungsten, dan uranium sering digunakan secara umum sebagai “pewarna”. Logam tersebut dapat difiksasi pada spesimen (pewarnaan positif) atau digunakan untuk meningkatkan opasitas elektron dari latar belakang (pewarnaan negatif). Pewarnaan negatif bermanfaat untuk studi spesimen yang sangat kecil seperti partikel virus, flagella bakteri, dan molekul protein. SEM dapat digunakan untuk melihat bentuk tiga dimensi dari spesimen. Image yang diperoleh disebut dengan scanning electron micrograph.


Mikroskop jenis ini bermanfaat terutama dalam mempelajari struktur permukaan (surface structure) dari sel utuh dan virus. Obyek secara umum dimagnifikasi antara 1.000-10.000 kali. Identifikasi virusMikrograf elektron poxvirus pertama kali dipublikasikan pada tahun 1938. Tahun 1941, prosedur imunologik pertama kali digunakan dalam studi mikroskopik elektron dari tobacco mosaic virus. Pada akhir tahun 1940-an mikroskopi elektron diintroduksikan dengan sukses dalam diagnosis differensial infeksi small pox dan chicken pox. Dengan introduksi pewarnaan negatif pada akhir tahun 1950-an dan ketersediaan yang lebih luas dari mikroskop elektron, mikroskopi elektron menjadi esensial dalam karakterisasi banyak isolat baru yang terdeteksi dalam kultur sel diagnostik dan sampel klinik seperti stool, urine, dan spesimen biopsi. Pengenalan pola, seperti informasi ukuran dan morfologi partikel, menghantarkan kepada identifikasi cepat dari agen- agen infeksius. Klasifikasi inisial dari banyak agen oleh karenanya berdasarkan pada kombinasi morfologi dan struktur genom. Saat ini, lebih dari 30.000 virus yang berbeda yang terdiri dari 56 famili berbeda telah diidentifikasi, dan manusia telah ditemukan sebagai host untuk 21 dari 26 spesifik famili untuk vertebrata. Morfologi yang berbeda dari anggota famili viral yang berbeda biasanya menghantarkan suatu agen untuk ditetapkan sebagai suatu famili khusus. Morfo-diagnosis ini, dikombinasikan dengan informasi klinik (pada banyak kasus), cukup untuk memperoleh diagnosis sementara (provisional diagnosis) suatu infeksi yang sangat serius dan untuk menginisiasi penanganan dan containment protocols tanpa harus menunggu hasil pengujian yang lain. Karena mikroskopi elektron tidak sesuai untuk screening sejumlah besar spesimen, banyak metode imunologik dan molekuler alternatif lainnya yang telah dikembangkan terutama pada basis teknik amplifikasi asam nukleat. Uji imunologik hampir tidak memiliki keterbatasan, namun, spesifisitas yang tinggi dari uji-uji ini mungkin mengalami kegagalan untuk mengidentifikasi agen eitologik dengan determinan antigenik yang berbeda. Lebih lanjut, reagen untuk pengujian imunologik lengkap mungkin saat ini tidak tersedia. Bahkan, bila uji imunologik sesuai untuk agen etiologik, sensitivitas mungkin hanya sama dengan mikroskopi elektron. Teknik amplifikasi asam nukleat memiliki keterbatasan yang mirip. Mereka lebih sensitif tetapi hanya mampu mengidentifikasi keberadaan material genomik untuk agen yang telah teridentifikasi sebelumnya. Walaupun primer tersedia yang akan menghantarkan amplifikasi, sedikit sistem multipleks yang dapat mengidentifikasi semua genotipe dan serotipe di dalam atau antara famili virus yang berbeda yang menginfeksi manusia. Lebih lanjut, mutasi pada daerah target primer mungkin akan meniadakan keefektifan primer. Karena teknik amplifikasi asam nukleat tidak akan mengidentifikasi komponen subviral seperti virion kosong, yang mungkin diproduksi pada akhir suatu infeksi, beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat sensitivitas praktis mereka tidak akan selalu melebihi mikroskopi elektron. Mikroskopi elektron telah menjadi alat diagnostik yang rutin dengan kemungkinan terkonsentrasi pada penyakit infeksius yang bersifat emergency. Gambaran terbuka dari pengujian mikroskopik elektron mengizinkan untuk deteksi cepat dari virus kalau konsentrasi partikel cukup tinggi pada spesimen yang diuji. Karena kemampuan ini, pengujian mikroskopik elektron harus menjadi suatu pengujian “garis depan”, yang diaplikasikan baik ke sampel secara langsung dari lesio yang diduga, cairan tubuh, atau biopsi, atau setelah kultur agen pada sel hidup, atau dari sampel lingkungan. Koleksi spesimenInvestigasi sukses dari setiap wabah atau kasus penyakit diawali dengan koleksi spesimen.

Kegunaan

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini. Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: