Chy3e’s Blog

April 18, 2009

Pengertian Kerucut

Filed under: Uncategorized — chy3e @ 6:00 am

KERUCUT

Kerucut dapat kita pandang sebagai limas beraturan bersegi-n dengan n mendekati harga tak hingga. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 7.5 dan uraian berikut.
Gambar 7.5 di samping merupakan limas beraturan persegi-n dengan titik puncak T. Jika nilai n di buat mendekati tak hingga, maka segi banyak beraturan ABCDEF …….. akan membentuk lingkaran yang berpusat di P, dan berjari-jari r sehingga dapat kita simpulkan bahwa limas yang memiliki alas berbentuk lingkaran dinamakan kerucut.

Definisi

Dari definisi diatas dapat kita jelaskan lagi pada Gambar 7.6 brikut.

T = Titik puncak
g = Garis arah membentuk lingkaran berpusat di O
O = Proyeksi T pada bidang alas
TO = Tinggi kerucut

Pada Gambar di atas, kita perhatikan bahwa titik O merupakan poyeksi titik T pada bidang alas, maka TO tegak lurus terhadap bidang alas. Kerucut yang demikian kita namakan kerucut lingkaran tegak atau kerucut beraturan. Dalam bahasa ini kita hanya membicarakan kerucut lingkaran tegak saja yang disingkat dengan kerucut.

Luas Permukaan Kerucut

Perlu kita ketahui bahwa, permukaan kerucut terdiri dari dua bidang, yaitu bidang lengkung (selimut) dan bidang alas berbentuk lingkaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian berikut.

Jika selimut kerucut kita iris menurut apotema (garis pelukis) kemudian kita buka dan dibentangkan pada bidang datar, maka akan kita peroleh satu juring lingkaran.
Misalnya panjang apotema adalah dan jari-jari lingkaran alas adalah r. Selimut kerucut merupakan juring lingkaran berjari-jari dengan panjang busur merupakan keliling lingkaran alas kerucut yaitu 2πr. Dengan demikian kita peroleh rumus luas selimut kerucut, Ls sebagai berikut.

Ls = Panjang busur 2πr
× Luas lingkaran = × π L ² = πr
Keliling lingkaran 2π

Jadi, luas selimut kerucut berjari-jari alas r dan panjang apotema adalah

Luas permukaan kerucut seluruhnya merupakan jumlah luas selimut kerucut dan luas lingkaran alas, yaitu
L = Ls + Lα
πr + πr²
πr ( L + r )

Jadi, luas permukaan kerucut berjari-jari alas r dan panjang apotema adalah

Atau dengan menggunakan rumus lain berikut ini :

V = 1/3 πr² t
L = L alas + L selimut
L selimut = πrs
s = Panjang garis pelukis

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: